Wanita yang melawan penindasan

Sabtu, November 28, 2009







Tujukanlah nalar Anda pada nash-nash, baik yang berasal dari Kitabullah maupun Sunnah Rosul-Nya, maka Anda akan menjumpai di dalamnya bahwa Allah menyanjung wanita yang sholih dan memuji sosok wanita yang beriman. Dalam suatu ayat disebutkan oleh Allah SWT melalui firman-Nya: "Allah membuat istri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman ketika ia berkata: 'Ya tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.'" (QS.66:11)

Dialah Asiah ra, istri Fir'aun. Renungkanlah oleh Anda bagaimana Allah menjadikan wanita ini sampel yang hidup bagi orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Pikirkanlah bagaimana Allah menjadikannya perlambang dan teladan yang jelas untuk diteladani oleh setiap wanita yang ingin beroleh petunjuk dan menempuh jalan yang telah digariskan oleh Allah dalam kehidupan ini. Alangkah berakal dan pintarnya wanita ini, karena ternyata dia lebih memilih tinggal di sisi Tuhannya Yang Mahamulia dan lebih memprioritaskan bertetangga (dengan Allah) daripada menempati tempat tinggalnya. Untuk itu, ia rela membangkang terhadap ketaatan kepada suaminya, Fir'aun, yang berdosa, melampaui batas, lagi kafir. Dia menolak hidup di dalam istananya yang mewah penuh dengan perhiasan duniawi dan banyaknya para pelayan yang siap melayani semua kebutuhannya. Dia lebih memilih tempat tinggal yang lebih kekal, lebih indah, dan lebih cantik di sisi Tuhannya yang menguasai semesta alam, di dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, di tempat yang telah dijanjikan di sisi Tuhan Yang Mahakuasa.

Sesungguhnya dialah sosok wanita yang berjiwa besar. Berkat cita-citanya yang tinggi dan kejujurannya yang berani , terdoronglah dirinya untuk menentang secara terang-terangan suaminya yang melampaui batas dengan menyuarakan kalimat yang haq dan memproklamirkan keimanannya di hadapan suaminya. Oleh karena itu, ia disiksa demi membela agama Allah dan berakhirlah perjuangannya dengan kepulangannya ke sisi Tuhan yang menguasai semesta alam.

Akan tetapi, Allah SWT telah menjadikannya sosok wanita yang patut untuk diteladani oleh setiap orang mukmin, baik laki-laki maupun perempuan, hingga hari kiamat nanti. Allah telah mengabadikan nama Asiah melalui pujian-Nya dalam kitab-Nya dan menyanjung sikap yang dilakukannya. Sebalinya, Allah mencela sikap suaminya yang menyimpang dan sesat dari manhaj Allah yang telah diterapkan Allah di dalam bumi-Nya.

dari : buku Jadilah Wanita yang Paling Bahagia-'Aidh bin Abdullah Al-Qarni

1 komentar:

A Yustiawan mengatakan...

Artikel yang menarik dan menginspirasi..